Keuangan Aman Saat Divonis Sakit Kritis

  • 13 Jan 2016 12:12
  • Artikel
  • 0 komentar

asuransi jiwa - bridge indonesia - artikelTak ada orang yang mau sakit. Tetapi kalau akhirnya sakit juga, mau bagaimana?

Secara mendadak Anda divonis mengidap penyakit kritis. Mendadak langit terasa mau runtuh, dan bumi yang dipijak amblas saking kagetnya. Tak hanya soal kesehatan yang pasti menjadi pikiran, melainkan juga mengenai kondisi keuangan Anda dan keluarga di kemudian hari.

Itu sebabnya, sebelum terjadi Anda wajib memiliki perencanaan finansial untuk mengatasinya. Bisa dengan mulai menyetujui pameo berbunyi ‘sehat itu mahal’. Apalagi kalau penyakit yang Anda alami termasuk dalam daftar penyakit kritis.

Pasalnya, penyakit kritis harus diperlakukan berbeda dengan penyakit-penyakit biasa. Mulai dari penanganan khusus, alat bantu pengobatan khusus, dan hal-hal khusus lain yang harus dilakukan dalam pengobatan.

Tanpa memiliki perlindungan keuangan yang bisa menjamin dan mengalihkan biaya atas risiko kesehatan yang terjadi, bisa jadi Anda dan orang terdekat akan tersiksa dan bangkrut dibuatnya.

Bahkan, sekalipun memiliki perlindungan, juga bukan menjadi jaminan Anda akan terhindar masalah finansial walau telah memiliki asuransi kesehatan. Pasalnya, masih banyak yang belum memaksimalkan perlindungan yang bisa didapat, khususnya untuk penyakit kritis ini.

Berikut adalah persiapan finansial yang bisa dilakukan agar perlindungan asuransi Anda lebih maksimal:

Daftar semua benefit
Cara ini memang butuh biaya. Karena semakin banyak benefit yang ditawarkan oleh sebuah asuransi masuk dalam perlindungan, semakin mahal tarif premi yang harus dibayar. Secara otomatis, akan semakin besar pula bujet asuransi yang harus dikeluarkan.

Walau begitu, coba pikirkan lagi, apakah tindakan ini cukup sebanding dengan apa yang akan didapatkan jika – walau Anda wajib berharap jangan sampai atau tidak terjadi – risiko sebuah penyakit kritis menimpa Anda?

Ambil semua fasilitas kesehatan yang ditawarkan kantor
Pasca munculnya BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, maka setiap kantor wajib mengasuransikan karyawannya.

Nah, apakah selain BPJS kantor Anda juga menyediakan asuransi swasta tambahan lainnya agar perlindungan kesehatan yang diberikan lebih maksimal?
Apakah untuk rawat jalan dan konsultasi serta cek kesehatan yang dilakukan, kantor Anda memberikan sistem reimburse atau penggantian uang? Mudah-mudahan semua jawabannya, iya. Sebab, saran kami, agar bisa lebih sehat dan lebih hemat, maksimalkan semua hal itu!

Punya tabungan khusus berobat
Punya asuransi memang bisa memberikan jaminan perlindungan biaya atas segala risiko yang terjadi. Namun, bagaimana jika di suatu kondisi Anda butuh uang tunai untuk tindakan berobat yang diluar dugaan, atau tidak ditanggung oleh asuransi yang dimiliki? Inilah alasannya Anda butuh dana darurat berbentuk uang tunai yang selalu siap. untuk hal itu

Mengenal penyakit sendiri
Siapa yang tahu dengan kondisi kesehatan Anda? Jawabannya bukanlah dokter, tetapi Anda sendiri. Dokter hanya membantu memeriksa, mendeteksi penyakit, selanjutnya memberikan rencana pengobatan yang harus dilakukan.

Sebab itu, saat sedang ke dokter untuk melakukan pemeriksaan, jangan menjadi orang yang irit bertanya. Tanyalah obat dan pengobatan yang sebenarnya tidak perlu kepada dokter. Dengan begitu Anda bisa lakukan pencegahan sedini mungkin dan menghemat uang untuk keperluan kesehatan. Selanjutnya, hanya disiplin untuk menjaga kesehatan yang diperlukan.

Sumber: readersdigest.co.id

0 komentar

Kirim Komentar